Bos Ford Peringatkan Ancaman Mobil China, Desak AS Tutup Pintu Impor

Bos Ford Peringatkan Ancaman Mobil China, Desak AS Tutup Pintu Impor

Nusantaratv.com - 16 April 2026

Mobil Listrik China Xiaomi SU7. (Foto: Istimewa via ArenaEV)
Mobil Listrik China Xiaomi SU7. (Foto: Istimewa via ArenaEV)

Penulis: Adiantoro

Nusantaratv.com - Pernyataan mengejutkan datang dari CEO Ford, Jim Farley, yang kini mengambil sikap tegas terhadap industri otomotif China. 

Setelah sebelumnya sempat memuji perkembangan mobil listrik China, bahkan menggunakan Xiaomi SU7 selama berbulan-bulan, Farley kini justru memperingatkan ancaman serius bagi Amerika Serikat (AS).

Dalam wawancara dengan Fox News, seperti dikutip dari Paultan, Kamis (16/4/2026), Farley menegaskan mobil buatan China berpotensi menghancurkan industri manufaktur AS jika dibiarkan masuk ke pasar domestik.

"Kita tidak seharusnya membiarkan mereka masuk ke negara kita. Manufaktur adalah jantung dan jiwa Amerika. Kehilangan sektor ini akibat ekspor kendaraan asing akan menjadi pukulan besar bagi negara," tegas Farley.

Dia juga menyoroti kekhawatiran terkait keamanan data dan privasi. Menurutnya, kendaraan modern dilengkapi berbagai kamera dan sensor yang mampu mengumpulkan data dalam jumlah besar.

"Setiap mobil (China) memiliki sekitar 10 kamera. Risiko siber dan privasi dari kendaraan buatan China tidak bisa dianggap remeh. Ini bukan persaingan yang adil," tambahnya.

Meski demikian, Ford disebut terus berupaya meningkatkan daya saing, termasuk melalui pengembangan mobil listrik terjangkau yang akan diproduksi di Kentucky, AS.

Saat ini, mobil China memang menghadapi tarif impor tinggi hingga 100% di AS. Namun, ekspansi mereka tetap berlangsung melalui negara tetangga seperti Meksiko dan Kanada, yang mulai membuka pasar bagi produsen otomotif China.

Di sisi lain, tekanan politik juga meningkat. Tiga senator dari Partai Demokrat baru-baru ini mendesak Presiden Donald Trump untuk melarang produsen mobil China membangun pabrik di AS, serta membatasi masuknya kendaraan yang dirakit di Meksiko dan Kanada.

Isu ini semakin memanas dan berpotensi memicu ketegangan baru dalam persaingan industri otomotif global, khususnya di era kendaraan listrik yang terus berkembang pesat.

 

Dapatkan update berita pilihan terkini di nusantaratv.com. Download aplikasi nusantaratv.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat melalui:



0

x|close