Nusantaratv.com-Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI Taruna Ikrar membakar semangat sekitar 6000 mahasiswa Universitas Andalas (Unand) untuk berani meraih prestasi, bermimpi besar, dan mempersiapkan diri menjadi generasi Indonesia yang mampu bersaing di tingkat dunia.
Pesan tersebut disampaikan Taruna Ikrar dalam kegiatan yang digagas Garuda TV di Auditorium Universitas Andalas, Padang, Selasa (15/9/2026). Kegiatan yang dipadati ribuan mahasiswa itu turut dihadiri Menteri Koperasi RI Ferry Juliantono.
“Raih prestasi setinggi-tingginya. Jangan hanya berpikir bagaimana menaklukkan Indonesia, tetapi siapkan diri untuk menaklukkan dunia. Indonesia punya kamu. Masa depan bangsa ini ada di tangan generasi muda,” ujar Taruna Ikrar.
Taruna menekankan bahwa mahasiswa tidak boleh sekadar menjadi penonton di tengah perubahan dunia yang berlangsung sangat cepat. Perkembangan kecerdasan buatan, bioteknologi, kesehatan, ekonomi digital, dan transformasi industri membuka ruang bagi generasi muda Indonesia untuk tampil sebagai inovator sekaligus pemimpin global.
Dalam kesempatan tersebut, Taruna juga berbicara mengenai neuroscience leadership, yakni pendekatan kepemimpinan yang memanfaatkan pemahaman tentang cara kerja otak manusia dalam mengambil keputusan, mengelola emosi, menghadapi tekanan, membangun empati, dan menggerakkan orang lain.
“Kepemimpinan dimulai dari kemampuan memimpin diri sendiri. Otak kita memiliki kemampuan untuk terus belajar dan beradaptasi. Latih cara berpikir, kendalikan emosi, bangun empati, dan biasakan mengambil keputusan secara rasional. Itulah salah satu fondasi neuroscience leadership,” kata Taruna.
Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI Taruna Ikrar menyampaikan pesan penyemangat kepada ribuan mahasiswa Universitas Andalas, Padang. (Istimewa)
Menurutnya, kemampuan otak untuk beradaptasi atau neuroplasticity juga memberikan pelajaran bahwa kemampuan seseorang tidak bersifat statis. Disiplin, proses belajar, pengalaman, dan keberanian menghadapi kegagalan dapat membentuk kapasitas manusia menjadi lebih baik.
Taruna kemudian mengajak mahasiswa melihat pembangunan tidak hanya dari perspektif kemampuan individu. Kemajuan bangsa, menurutnya, membutuhkan ekosistem kolaborasi. Karena itu, ia kembali menekankan konsep ABG Academia, Business, dan Government.
Dalam konsep tersebut, Academia menjadi sumber ilmu pengetahuan, riset, inovasi, dan talenta; Business membawa inovasi menuju proses produksi dan pasar; sedangkan Government menciptakan regulasi dan ekosistem yang mendukung pertumbuhan sekaligus memberikan perlindungan kepada masyarakat.
“Kampus jangan berhenti menghasilkan jurnal dan penelitian. Pengetahuan harus turun menjadi inovasi, inovasi menjadi produk, dan produk memberikan manfaat serta nilai ekonomi bagi masyarakat. Academia, Business, dan Government harus bertemu dalam satu ekosistem,” tegasnya.
Taruna secara khusus menilai UMKM rendang Sumatera Barat dapat menjadi contoh konkret hilirisasi konsep ABG. Menurutnya, kekuatan kuliner lokal yang telah memiliki identitas kuat harus didorong naik kelas melalui sentuhan riset perguruan tinggi, penguatan kapasitas pelaku usaha, penerapan standar keamanan dan mutu pangan, inovasi teknologi produksi dan kemasan, serta dukungan kebijakan pemerintah.
“Rendang jangan hanya menjadi kebanggaan Sumatera Barat dan Indonesia. Kita harus mendorong rendang menjadi produk UMKM yang semakin berdaya saing dan menembus pasar global. Universitas bisa membantu riset dan inovasinya, dunia usaha memperkuat produksi dan pemasarannya, sementara pemerintah membangun ekosistem dan regulasi yang mendukung. Inilah bentuk nyata ABG,” ujar Taruna.

Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI Taruna Ikrar menyampaikan pesan penyemangat kepada ribuan mahasiswa Universitas Andalas, Padang. (Istimewa)
Sebagai Kepala BPOM, Taruna menegaskan pentingnya aspek keamanan, mutu, konsistensi produk, proses produksi yang baik, kemasan, dan pemenuhan ketentuan regulasi agar produk pangan UMKM semakin siap memasuki pasar yang lebih luas. Pendampingan kepada pelaku UMKM, menurutnya, bukan sekadar persoalan memperoleh izin, tetapi bagian dari proses membangun daya saing.
“Kita ingin UMKM naik kelas. Jangan hanya menjual rendang sebagai makanan, tetapi bangun kualitas, merek, inovasi, dan kepercayaan konsumen. Kalau kualitas dan standardisasinya kuat, produk lokal kita mempunyai peluang lebih besar untuk mengglobal,” katanya.
Taruna juga melihat Universitas Andalas memiliki posisi strategis dalam hilirisasi tersebut. Peneliti dan mahasiswa dapat berkontribusi melalui riset teknologi pangan, peningkatan daya simpan, pengembangan kemasan, digitalisasi pemasaran, hingga model bisnis yang membantu UMKM tumbuh secara berkelanjutan.
Kehadiran Menteri Koperasi RI Ferry Juliantono turut memperkuat pesan mengenai pentingnya membangun generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki jiwa kewirausahaan dan kemampuan mengubah pengetahuan menjadi kekuatan ekonomi.
Taruna mengajak mahasiswa Universitas Andalas memperluas jejaring internasional, menguasai teknologi dan bahasa asing, aktif melakukan penelitian, serta berani menghasilkan inovasi. Kompetisi masa depan, menurutnya, adalah kompetisi talenta, ilmu pengetahuan, teknologi, kreativitas, dan inovasi.
“Indonesia Emas tidak akan lahir hanya dari slogan. Ia harus diwujudkan melalui kerja keras, disiplin, integritas, ilmu pengetahuan, kolaborasi, dan prestasi anak-anak mudanya. Bermimpilah besar, raih prestasi, taklukkan dunia. Indonesia punya kamu,” pungkas Taruna Ikrar.




Sahabat
Ntvnews
Teknospace
HealthPedia
Jurnalmu
Kamutau
Okedeh