Nusantaratv.com-Jagat media sosial dihebohkan oleh terungkapnya aksi seorang perempuan bernama Nisya yang menyamar sebagai pramugari dalam penerbangan Batik Air rute Palembang–Jakarta. Kasus ini menjadi sorotan publik karena memunculkan kekhawatiran terhadap sistem keamanan dan pengawasan di dunia penerbangan.
Nisya diketahui bukan awak kabin aktif. Namun, ia tampil meyakinkan dengan mengenakan seragam kebaya putih khas pramugari, rambut disanggul rapi, serta membawa koper maskapai. Dengan penampilan tersebut, ia berhasil ikut dalam penerbangan layaknya kru kabin profesional.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, Nisya membeli tiket pesawat secara resmi seperti penumpang pada umumnya. Saat proses boarding di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang, ia tidak mengalami kendala karena memiliki boarding pass yang sah. Hal tersebut membuatnya lolos dari pemeriksaan awal.
Kecurigaan baru muncul ketika perempuan tersebut berada di dalam pesawat dan berinteraksi dengan kru kabin asli. Sejumlah pertanyaan yang diajukan awak pesawat tidak dapat dijawab dengan tepat. Jawaban Nisya dinilai tidak sesuai dengan prosedur maupun pengetahuan dasar seorang pramugari, sehingga memicu kecurigaan serius dari kru aktif.
Setelah pesawat mendarat di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, petugas Aviation Security (Avsec) langsung mengamankan yang bersangkutan untuk pemeriksaan lebih lanjut. Dalam proses pemeriksaan, Nisya tetap bersikeras mengaku sebagai pramugari Batik Air dan sempat menunjukkan kartu identitas. Namun, identitas tersebut diketahui sudah tidak berlaku dan keasliannya diragukan.
Kasus ini semakin ramai diperbincangkan setelah sejumlah unggahan di media sosial Threads viral pada Kamis, 8 Januari 2025. Warganet membagikan foto-foto Nisya yang tampil rapi mengenakan atribut pramugari, disertai peringatan agar maskapai dan penumpang lebih waspada terhadap keberadaan awak kabin gadungan.
Aksi tersebut menuai beragam komentar dari publik. Banyak warganet mempertanyakan motif pelaku yang nekat menyamar sebagai pramugari dan memanfaatkan atribut penerbangan untuk mengakses area terbatas, yang seharusnya memiliki pengamanan ketat.
Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi maskapai penerbangan untuk memperketat pengawasan internal, khususnya terkait penggunaan atribut resmi. Penyalahgunaan seragam dan identitas penerbangan dinilai berpotensi membahayakan keamanan serta keselamatan penumpang jika tidak ditangani secara serius.




Sahabat
Ntvnews
Teknospace
HealthPedia
Jurnalmu
Kamutau
Okedeh