Nusantaratv.com - Kementerian Kehutanan (Kemenhut) mencatat potensi area rehabilitasi dalam rangka penanganan dampak bencana banjir dan longsor di wilayah Sumatra mencapai 49.197 hektare, dengan luasan terbesar berada di Provinsi Sumatra Utara.
Direktur Rehabilitasi Hutan Direktorat Jenderal Pengendalian Daerah Aliran Sungai dan Rehabilitasi Hutan (PDASRH) Kemenhut, M Saparis Soedarjanto, mengatakan pihaknya telah melakukan pendataan potensi rehabilitasi kawasan pasca-bencana di tiga provinsi di Sumatra.
"Potensi area untuk rehabilitasi dalam rangka penanganan bencana Aceh 9.876 ha, Sumut 36.271 ha dan Sumber 3.050 ha," ujar Saparis di Jakarta, Jumat, 9 Januari 2026.
Dia menjelaskan, sebelumnya Kemenhut juga telah mengidentifikasi sejumlah areal rehabilitasi hutan yang terdampak banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Berdasarkan laporan Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Agam Kuantan di Sumatra Barat, areal rehabilitasi yang telah ditanami seluas satu hektare dilaporkan terdampak bencana tersebut.
Selain itu, BPDAS Asahan Barumun di Sumatra Utara melaporkan areal seluas 10 hektare di Desa Singgalang yang merupakan lokasi penanaman pada 2024 turut terdampak banjir dan longsor.
Di wilayah kerja BPDAS Krueng Aceh, areal rehabilitasi seluas 280 hektare yang ditanami pada 2025 serta 40 hektare hasil penanaman tahun 2024 di lokasi berbeda juga mengalami dampak bencana.
Saparis menyampaikan bahwa data tersebut merupakan hasil identifikasi cepat yang dilakukan pada periode 28 November hingga 10 Desember 2025 dan masih berpotensi berubah seiring pembaruan data di lapangan.
Sementara itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan sebanyak 1.180 orang meninggal dunia akibat bencana di sejumlah wilayah Sumatra. Selain itu, 145 orang masih dinyatakan hilang dan sekitar 238 ribu warga mengungsi, berdasarkan data hingga Jumat, 9 Januari 2026.
(Sumber: Antara)




Sahabat
Ntvnews
Teknospace
HealthPedia
Jurnalmu
Kamutau
Okedeh