Nusantaratv.com-Kementerian Transmigrasi (Kementrans) pimpinan Menteri Iftitah Sulaiman menyalurkan 17 paket bantuan bagi masyarakat di kawasan transmigrasi dan eks lokasi transmigrasi yang terdampak bencana alam di Provinsi Aceh. Bantuan tersebut meliputi tenda darurat, perlengkapan dapur umum, serta peralatan kebersihan untuk mendukung kebutuhan dasar warga terdampak.
Direktur Jenderal Pembangunan dan Pengembangan Kawasan Transmigrasi (PPKTrans) Kementrans M. Sigit Mustofa Nurudin menyampaikan bahwa sebanyak 13 paket bantuan didistribusikan kepada masyarakat di Kabupaten Aceh Utara, sedangkan empat paket lainnya diberikan kepada warga di Kabupaten Bener Meriah.
“Semoga masyarakat di kawasan transmigrasi tetap semangat dan dapat segera kembali beraktivitas seperti semula. Kami berkomitmen untuk terus memberikan dukungan dengan kemampuan yang ada,” ujar M. Sigit Mustofa Nurudin dalam keterangan resminya di Jakarta, Rabu, 28 Januari 2026.
Ia menjelaskan, hingga saat ini sebagian warga di kawasan transmigrasi dan eks lokasi transmigrasi belum dapat menjalani aktivitas secara normal akibat kerusakan permukiman serta terbatasnya sarana pemenuhan kebutuhan dasar pascabencana.

Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara. (Antara)
Di Kabupaten Bener Meriah, khususnya wilayah Pintu Rime Gayo dan Samar Kilang, masyarakat masih sangat bergantung pada bantuan logistik dan keberadaan dapur umum. Sementara itu, di kawasan Cot Girek, Kabupaten Aceh Utara, sejumlah keluarga membutuhkan hunian sementara karena kondisi permukiman yang belum sepenuhnya aman, termasuk fasilitas memasak untuk memenuhi kebutuhan pangan harian.
Baca juga: Kementrans Perkirakan Kawasan Transmigrasi Berpotensi Sumbang Ekspor hingga Rp120 Triliun per Tahun
Untuk menunjang operasional dapur umum dan kebutuhan darurat di lokasi terdampak, Kementrans menyalurkan paket bantuan yang mencakup peralatan memasak dan tenda darurat. Upaya tersebut merupakan bagian dari dukungan berkelanjutan pemerintah terhadap pemulihan kawasan transmigrasi.
Sebelumnya, pada Desember 2025, Kementerian Transmigrasi juga telah menyalurkan bantuan berupa sembako, obat-obatan, serta perlengkapan dapur umum melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
“Kementerian Transmigrasi tetap berkomitmen untuk terus mendampingi masyarakat transmigrasi terdampak bencana serta memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah dalam rangka pemulihan kawasan transmigrasi secara berkelanjutan,” kata Sigit, dikutip dari Antara.
Berdasarkan data Dinas Tenaga Kerja dan Mobilitas Penduduk Provinsi Aceh per 23 Januari 2026, tercatat sekitar 5.700 kepala keluarga atau 9.453 jiwa terdampak bencana di kawasan transmigrasi dan eks lokasi transmigrasi. Sebanyak enam kawasan transmigrasi dengan total 94 eks lokasi transmigrasi di sembilan kabupaten di Aceh terdampak banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi pada akhir November 2025.




Sahabat
Ntvnews
Teknospace
HealthPedia
Jurnalmu
Kamutau
Okedeh