Kepala BGN: 1 Tahun 4 Bulan, 27 Ribu SPPG Berdiri dari Sabang Sampai Merauke

Kepala BGN: 1 Tahun 4 Bulan, 27 Ribu SPPG Berdiri dari Sabang Sampai Merauke

Nusantaratv.com - 22 April 2026

Kepala BGN Dadan Hindayana memberikan penjelasan terkait program MBG di Kota Padang, Rabu, (22/4/2026). ANTARA/Muhammad Zulfikar (Antara)
Kepala BGN Dadan Hindayana memberikan penjelasan terkait program MBG di Kota Padang, Rabu, (22/4/2026). ANTARA/Muhammad Zulfikar (Antara)

Penulis: Ramses Manurung

Nusantaratv.com-Badan Gizi Nasional (BGN) menyampaikan bahwa lebih dari 27 ribu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah berdiri di berbagai wilayah Indonesia dalam kurun waktu satu tahun empat bulan guna mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

"Hanya dalam kurun waktu satu tahun empat bulan kita berhasil mendirikan 27 ribu SPPG yang tersebar dari Sabang sampai Merauke," kata Kepala BGN Dadan Hindayana di Kota Padang, Sumatera Barat, Rabu.

Dadan menjelaskan, jumlah tersebut menunjukkan kesiapan sumber daya manusia yang besar dalam mendukung program tersebut, mulai dari kepala SPPG, tenaga ahli gizi, hingga akuntan, serta didukung oleh sekitar 1,1 juta relawan yang tersebar di seluruh Indonesia.

Di wilayah Sumatera Barat, BGN mencatat terdapat 404 SPPG, dengan 70 unit berada di Kota Padang. Kehadiran ratusan SPPG tersebut turut mendorong perputaran ekonomi daerah yang diperkirakan mencapai Rp400 miliar, khususnya untuk mendukung kebutuhan pelaksanaan program MBG.

"Dan dari uang tersebut yang masuk ke virtual account di setiap SPPG, 70 persennya digunakan untuk membeli bahan baku," kata Dadan, dikutip dari Antara.

Ia menegaskan bahwa program MBG yang menjadi bagian dari visi Prabowo Subianto tidak hanya bertujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang luas bagi sektor pertanian dan pelaku usaha kecil.

Dadan menyebut sebagian besar bahan baku program ini berasal dari sektor pertanian, sehingga memberikan manfaat langsung bagi petani, peternak, dan nelayan. Selain itu, sekitar 20 persen anggaran dialokasikan untuk operasional, termasuk pemberian insentif kepada relawan yang berkisar antara Rp2,4 juta hingga Rp3,5 juta.

Ia juga mengungkapkan bahwa program tersebut mulai menunjukkan dampak positif di sejumlah daerah, seperti penurunan angka kemiskinan dan pengangguran serta perbaikan distribusi pendapatan.

"Saya mendapat laporan masyarakat juga bersemangat untuk bertani, menanam, memelihara ternak, dan lain sebagainya. Mudah-mudahan di Padang dan Sumatera Barat juga demikian," kata Kepala BGN Dadan Hindayana.

 

Dapatkan update berita pilihan terkini di nusantaratv.com. Download aplikasi nusantaratv.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat melalui:



0

x|close