Kisah Perempuan Pendamping Kopdes di Pasuruan, Usia 25 Tahun Jadi Tumpuan Koperasi Merah Putih

Kisah Perempuan Pendamping Kopdes di Pasuruan, Usia 25 Tahun Jadi Tumpuan Koperasi Merah Putih

Nusantaratv.com - 13 Maret 2026

Tak selalu di depan panggung, tapi peran di balik layar juga menentukan keberhasilan sebuah karya. (Istimewa)
Tak selalu di depan panggung, tapi peran di balik layar juga menentukan keberhasilan sebuah karya. (Istimewa)

Penulis: Ramses Manurung

Nusantaratv.om-Dalam sebuah panggung pertunjukan, tak semua harus tampil di depan sebagai aktor. Ada orang-orang di belakang layar yang juga menjadi penopang kesuksesan pertunjukan.

Nah, di Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, orang yang bisa dikategorikan sebagai personel di belakang layar adalah business assistant (BA) atau pendamping Koperasi Merah Putih. Merekalah yang sejak awal memberi pendampingan agar Koperasi Merah Putih bisa beroperasi.

Lely Putri Arum Ningtyas (25 tahun) adalah salah satu BA yang direkrut Kementerian Koperasi untuk menjadi pendamping kopdes. Setiap BA bertanggung jawab mendampingi sepuluh Koperasi Merah Putih agar bisa tumbuh dan berkembang.

“Saya pegang sepuluh desa di tiga kecamatan (di Pasuruan), Kecamatan Pohjentrek, Kecamatan Rejoso, dan Kecamatan Gondangwetan,” kata Lely, Kamis, 12 Maret 2026.

Pendamping kopdes merupakan tenaga profeisional yang direkrut Kementerian Koperasi untuk mengawal pendirian, legalitas, dan operasional koperasi agar modern dan efektif.

Lely sudah menjadi pendamping kopdes sejak Oktober 2025. Para pendamping kopdes ini dikontrak setiap tiga bulan dan bisa terus diperbarui.

Selama menjadi BA, Lely mengaku banyak pengalaman yang dia dapatkan. Mantan marketing di Bank BNI ini mengatakan salah satu yang menjadi tantangannya adalah menjalin relasi dengan jajaran di desa dan kecamatan.

“Jadi, dari sepuluh daerah tadi, kita harus mendekatkan diri ke pengurusnya, ke kepala desanya, dan juga pengurus desanya, juga ke kecamatan,” kata dia.

Namun, dari pengalaman itu, dia menjadi mendapatkan banyak kenalan, terutama di kalangan kedinasan, perangkat desa, perangkat kecamatan, hingga pengurus koperasi.

Kini, dari sepuluh KDMP yang dia dampingi, delapan di antaranya sudah dibangun dengan progres mencapai 80 persen. Sisanya, sebanyak dua KDMP masih dalam proses karena kendala lahan. “Jadi, lahannya itu berupa lahan basah,” ujar dia.

Selain mempersiapkan pendirian dan operasional Koperasi Merah Putih, Lely juga bertugas untuk mendampingi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), agar produk mereka bisa masuk ke koperasi.

Di beberapa desa yang dia dampingi, ada pelaku UMKM yang mengajukan produk mereka masuk koperasi, seperti telur dan beras. Pendampingan UMKM ini juga menjadi salah satu tanggung jawab seorang BA.

“Beberapa pengurus itu semangat karena hasil mereka itu melimpah. Jadi, banyak yang kepengin punya brand sendiri,” kata dia.

Dia berharap semua Koperasi Merah Putih bisa berjalan sukses, terutama bisa memajukan perekonomian di desa melalui pemberdayaan UMKM.

“Terima kasih Pak Presiden (Prabowo Subianto) sudah membantu masyarakat dengan berdirinya Koperasi Desa Merah Putih ini. Karena lewat kooperasi, masyarakat itu bisa mandiri, membantu ekonominya itu lebih naik lagi,” katanya.


 

Dapatkan update berita pilihan terkini di nusantaratv.com. Download aplikasi nusantaratv.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat melalui:



0

x|close