Mensesneg: Pertemuan Presiden dengan Tokoh Islam Agenda Rutin untuk Serap Masukan

Mensesneg: Pertemuan Presiden dengan Tokoh Islam Agenda Rutin untuk Serap Masukan

Nusantaratv.com - 04 Februari 2026

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi. (Foto: Dok/Istimewa)
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi. (Foto: Dok/Istimewa)

Penulis: Adiantoro

Nusantaratv.com - Pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan pimpinan ormas Islam, ulama, dan pimpinan pondok pesantren di Istana Kepresidenan, Jakarta, bertujuan untuk menyerap masukan dari berbagai elemen umat Islam, termasuk terkait keikutsertaan Indonesia dalam Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP).

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menjelaskan, pertemuan tersebut merupakan agenda rutin Presiden Prabowo yang telah beberapa kali dilakukan sebelumnya.

"Agenda Bapak Presiden hari ini melakukan pertemuan, diskusi dengan tokoh-tokoh ormas, tokoh-tokoh muslim dan tokoh-tokoh pondok pesantren. Ini adalah pertemuan yang sebenarnya rutin, beberapa waktu yang lalu juga pernah dilakukan oleh Bapak Presiden," kata Prasetyo, Selasa (3/2/2026).

Dia menambahkan, pertemuan kali ini merupakan lanjutan dari dialog-dialog sebelumnya yang dilakukan Presiden, baik secara terbuka maupun tertutup, sebagai bagian dari komunikasi berkelanjutan dengan berbagai elemen masyarakat.

"Presiden selalu menjadikan forum-forum diskusi sebagai media untuk mendapatkan masukan dari para tokoh-tokoh," lanjutnya .

Prasetyo menegaskan, Presiden Prabowo secara konsisten membuka ruang komunikasi dengan berbagai pihak sebagai bagian dari proses pengambilan keputusan.

Pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan pimpinan ormas Islam, ulama, dan pimpinan pondok pesantren di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (3/2/2026). (Foto: Dok/Istimewa)

Terkait adanya perbedaan pandangan terhadap sejumlah kebijakan pemerintah, Prasetyo menilai hal tersebut bukan merupakan bentuk penolakan, melainkan akibat belum tersampaikannya informasi secara menyeluruh.

"Bukan resistensi, mungkin masih ada perbedaan pandangan yang mungkin itu karena belum tersampaikan secara utuh apa yang melandasi keputusan dari Bapak Presiden dan keputusan pemerintah termasuk disitu ada poin-poin yang diatur di dalam Board of peace, yang itu juga menjadikan perkembangan yang barangkali ini belum tersampaikan secara utuh," jelasnya.

Prasetyo berharap, pertemuan tersebut dapat menjadi jembatan komunikasi agar kebijakan pemerintah dapat dipahami secara lebih komprehensif oleh seluruh pihak.

"Saya rasa forum siang hari ini juga bagian dari yang memungkinkan untuk Bapak Presiden bisa jadi menyampaikan poin-poin tersebut dengan harapan ini semua bisa diterima dan dimengerti oleh semua pihak," tegasnya.

Lebih lanjut, Prasetyo kembali menekankan, Presiden Prabowo memiliki tradisi untuk mendengarkan pertimbangan para tokoh sebelum mengambil keputusan strategis.

"Kalau masukan itu di pertemuan siang hari ini kan jadi. Sekali lagi yang kami sampaikan, komunikasi kan tidak hanya yang formal seperti siang hari ini. Bapak Presiden Prabowo kan beliau selalu itu cara beliau mengambil keputusan biasanya beliau meminta pertimbangan beberapa tokoh-tokoh tersebut," tukas Prasetyo.

 

Dapatkan update berita pilihan terkini di nusantaratv.com. Download aplikasi nusantaratv.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat melalui:



0

x|close