Mentrans Dorong Pengembangan Komoditas Unggulan untuk Perkuat Swasembada Pangan

Mentrans Dorong Pengembangan Komoditas Unggulan untuk Perkuat Swasembada Pangan

Nusantaratv.com - 14 Juli 2026

Menteri Transmigrasi Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara (kiri) meninjau proses penanganan pascapanen pisang saat mengunjungi demplot pisang Edo Farm di Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. (Antara)
Menteri Transmigrasi Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara (kiri) meninjau proses penanganan pascapanen pisang saat mengunjungi demplot pisang Edo Farm di Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. (Antara)

Penulis: Ramses Manurung

Nusantaratv.com-Menteri Transmigrasi Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara menilai pengembangan komoditas unggulan yang disesuaikan dengan potensi masing-masing daerah dapat memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.

“Arahan Presiden sangat jelas, yaitu mewujudkan swasembada pangan. Beras tentu tetap menjadi komoditas utama, tetapi Indonesia juga memiliki banyak komoditas pangan lain yang potensinya sangat besar untuk memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata Iftitah dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Selasa, 14 Juli 2026.

Pernyataan tersebut disampaikan saat Iftitah meninjau demplot pisang Edo Farm di Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Lokasi tersebut menjadi salah satu contoh pengembangan komoditas pisang yang memiliki nilai ekonomi tinggi.

Menurutnya, keberhasilan swasembada pangan tidak hanya ditentukan oleh peningkatan hasil produksi, tetapi juga kemampuan menciptakan nilai tambah dari komoditas pertanian agar manfaat ekonominya dapat dirasakan langsung oleh para petani.

“Ketahanan pangan harus berjalan beriringan dengan kesejahteraan petani. Kalau petaninya tidak sejahtera, ketahanan pangan tidak akan berkelanjutan,” ujarnya.

Iftitah mengatakan pisang memiliki peluang besar untuk dikembangkan karena permintaan pasar, baik di dalam maupun luar negeri, terus meningkat. Selain itu, tanaman tersebut dapat dibudidayakan di berbagai daerah Indonesia, termasuk kawasan transmigrasi.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), produksi pisang nasional pada 2025 mencapai sekitar 9,82 juta ton atau meningkat sekitar 6,02 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat sekitar 9,26 juta ton. Komoditas tersebut menjadi buah dengan produksi terbesar di Indonesia.

Ia menambahkan, besarnya produksi tersebut perlu diimbangi dengan pembangunan ekosistem usaha yang mampu memberikan nilai tambah lebih besar bagi petani dan masyarakat.

Menurut Iftitah, pengembangan komoditas unggulan tidak cukup hanya berfokus pada peningkatan produksi. Upaya tersebut juga harus didukung penguatan kelembagaan petani melalui koperasi, pengolahan hasil, fasilitas penyimpanan, sistem logistik, hingga kepastian pasar melalui kemitraan dengan off-taker.

“Kita ingin petani tidak hanya mampu menghasilkan produk yang berkualitas, tetapi juga memiliki kepastian pasar. Ketika pasar terbuka, harga menjadi lebih baik, investasi ikut bergerak, pendapatan petani meningkat, dan kesejahteraan masyarakat ikut terangkat,” ungkap dia, dikutip dari Antara.

Ia menjelaskan, pengembangan komoditas unggulan merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk menjadikan kawasan transmigrasi sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru.

Saat ini Kementerian Transmigrasi tengah memetakan potensi komoditas unggulan di 45 kawasan transmigrasi prioritas nasional yang tercantum dalam RPJMN 2025–2029. Pemetaan tersebut akan menjadi dasar penyusunan kebijakan pengembangan ekonomi berbasis potensi lokal.

Sebagai tahap awal, kementerian sedang menjajaki pengembangan sentra pisang di Lampung yang diharapkan menjadi model pengembangan komoditas unggulan berbasis potensi daerah di kawasan transmigrasi.

Model tersebut ditargetkan menjadi percontohan dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di kawasan transmigrasi.

Selain itu, Kementerian Transmigrasi terus memperluas kerja sama dengan perguruan tinggi, pelaku usaha, dan pemerintah daerah guna memperkuat riset, inovasi, transfer teknologi, serta pengembangan komoditas unggulan sesuai potensi lokal.

Melalui kolaborasi tersebut, pemerintah berharap pengembangan komoditas unggulan di kawasan transmigrasi mampu meningkatkan produktivitas, memperkuat daya saing, membuka lapangan kerja baru, dan mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat.


 

Dapatkan update berita pilihan terkini di nusantaratv.com. Download aplikasi nusantaratv.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat melalui:



0

x|close