Nusantaratv.com-Presiden Komisaris NT Corp Nurdin Tampubolon mengapresiasi program dan kebijakan hilirisasi yang gencar dilakukan Pemerintah. Namun demikian Nurdin menyarankan agar program hilirisasi dapat membuahkan hasil terbaik untuk kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia perlu menguasai teknologi dan strategi yang jitu.
Hal itu disampaikan oleh Nurdin Tampubolon dalam sesi diskusi Nusantara Economic Outlook (NEO) 2026 yang berlangsung di Nusantara Ballroom NT Tower Jakarta, Rabu 4 Januari 2026. NEO 2026 dibuka dengan keynote speech dari Menko Bidang Perkonomian Airlangga Hartarto.
"Hilirisasi ini memang ini kan Pemerintah mau meningkatkan pendapatan dari situ.Konsepnya kan begitu dan menghemat daripada sumber daya alam. Jangan eksplorasi berlebih. Kenapa? Karena ada beberapa hal kalau berlebihan. Pertama bahwa hasilnya dibawa ke luar negeri itu
nilai tambahnya akan di luar negeri di asing," kata Nurdin Tampubolon.
"Yang kedua kita nanti warisan kita dapat apa," tambahnya.
Menurut Nurdin yang menjadi catatan penting dalam kaitan dengan program hilirisasi adalah Indonesia tidak memiliki teknologinya. Sebenarnya tidak masalah kalau saat ini Indonesia menggunakan teknologi asing. Namun industrinya jangan hanya bersifat relokasi saja.
"Relokasi daripada industri dari luar sana ke Indonesia sama saja bohong itu. Karena sewaktu-waktu mereka bisa pergi. Setelah sumber daya alam kita habis," ujar Nurdin.
Terlebih jika berbicara soal recycle atau daur ulang, sambung Nurdin, tetap pihak asing yang memiliki teknologinya.

Presiden Komisaris NT Corp Nurdin Tampubolon dalam forum Nusantara Economic Outlook 2026
"Karena itu pemerintah harus melihat strategi yang bagaimana yang paling pas sehingga teknologi itu kita dapat dan kita kuasai. Dan kurun waktu tertentu merek harus kembali ke negaranya kita yang menguasai teknologinya di sini. Kalau seperti itu. Itu yang jitu," tuturnya.
Sebab praktik relokasi industri menurut Nurdin hanya menguntungkan pihak asing karena gaji karyawannya lebih rendah dibandingkan di luar negeri.
Pemerintah perlu melakukan satu strategi itu, misalnya ownershipnya harus di sini. Dan secara gradual harus menjadi Indonesia seperti yang dilakukan di PT Inalum.
"Jadi kalau namanya hanya relokasi itu pembohongan menurut saya. Tapi kalau Indonesia mulai membangun research and development nya teknologi transfernya. Itu baru benar," tandasnya.
Berangkat dari pemikiran tersebut, menurut Nurdin pemerintah dan juga para pengusaha di Indonesia perlu mencari strategi bagaimana merebut teknologi.
"Harus direbut. Tidak mungkin mereka mau mengasihkan itu. Jadi kalau Indonesia tidak mau merebut teknologinya. Forget it," ucapnya.
Nurdin meyakini Pemerintah telah melihat persoalan pentingnya menguasai teknologi sendiri untuk memaksimalkan hilirisasi serta mampu menghemat sumber daya.
"Jadi saya kira kita harus menghasilkan sesuatu daripada Nusantara Economic Outlook. Yang masalah hilirisasi ini inilah top prioritynya pemerintah kita sekarang ini. Dan bagaimana strateginya betul-betul dikelola secara profesional untuk bangsa dan negara," pungkasnya.




Sahabat
Ntvnews
Teknospace
HealthPedia
Jurnalmu
Kamutau
Okedeh