Nusantaratv.com- Istri sah tersangka Dwi Bagus Martono, Martha Amalia Iflahah, meminta suaminya berani bertanggung jawab dan menerima seluruh konsekuensi hukum atas dugaan pembunuhan terhadap istri siri dan anaknya sendiri.
Martha juga berharap suaminya bersikap koperatif dalam menjalani proses hukum dan menerima apapun putusan pengadilan nantinya.
Demikian Martha Amalia Iflahah sebagaimana tayangan NTV Crime di Nusantara TV, Selasa (3/11/2026).
“Kalimat pertama yang saya sampaikan ke suami saya adalah brave ya Yah, brave oke, gitu. Jadi saya pengen suami saya itu berani bertanggung jawab atas apa yang dia lakukan. Must hold on something, Allah,” ucap Martha.
“Saya kepengin suami saya tuh punya pegangan yang kencang gitu, sama Gusti Allah. Jadi kalau dia punya rasa takut, dia punya ketakutan, dia bisa berani untuk mempertanggungjawabkan semuanya.”
Kasus yang menjerat Dwi Bagus Martono bermula dari hilangnya Dini Hardianti (30 tahun) bersama anak laki-lakinya Arsya Gafael Faiziah (4) sejak 20 September 2026 lalu. Polisi kemudian melakukan penelusuran hilangnya Dini dan anaknya.
Berdasarkan penyidikan Polri, terjadi percecokan hebat di sebuah kamar hotel di Madiun yang membuat Bagus mencekik Dini hingga tewas. Jasad Dini kemudian dimasukkan ke dalam kantong tidur dan dipindahkan ke dalam mobil.
Ketika itu, anak korban yang masih berusia 4 tahun ikut dibawa ke sebuah rumah kosong di daerah Winongo, Madiun. Di lokasi ini, sang anak dicekik hingga tewas di dalam mobil karena pelaku takut anak tersebut menjadi saksi.
Bagus yang khawatir kejahatannya terbongkar kemudian menghilangkan barang bukti dengan cara membakar jasad kedua korban di pekarangan dan menghancurkan tulang menggunakan mesin penggiling daging. Abu dan sisa jasad kemudian dibuang ke Sungai Bengawan Solo.




Sahabat
Ntvnews
Teknospace
HealthPedia
Jurnalmu
Kamutau
Okedeh