Nusantaratv.com- Kepala BNPB bersama Kepala BMKG meninjau langsung Karhutla di Kabupaten Merauke, Papua Selatan. Dari hasil pemantauan sejumlah titik api dan kepulan asap masih terlihat.
BNPB menyoroti dugaan pembukaan lahan dengan cara dibakar yang berisiko memperluas kebakaran.
Kepala BNPB Kristomei Sianturi menyebut hasil pemantauan menunjukkan kebakaran masih terjadi di sejumlah lokasi. Ia juga menemukan indikasi pembukaan lahan dengan cara dibakar yang diduga berisiko memicu perluasan kebakaran
“Memang seperti masih kita lihat ada beberapa daerah yang masih ada asapnya, ada titik apinya dan juga adanya beberapa lahan yang memang pembukaan lahan dengan cara dibakar,” ucap Kristomei.
“Nah, ini nanti kita akan ingatkan kepada masyarakat, kepada pemilik atau usaha di situ supaya jangan melakukan lagi, buka lahan, buka lahan tapi sisa kayunya hasil pengolahan itu jangan dibakar.”
Berdasarkan pemantauan sebelumnya, kawasan konsensi perkebunan kelapa sawit di Merauke teridentifikasi memiliki konsentrasi titik api tertinggi dalam 3 hari terakhir. Untuk mempercepat penanganan, BNPB menggunakan drone dan sistem pemantauan digital untuk memetakkan titik api serta mengidentifikasi lokasi kebakaran.
Sementara itu, BNPB bersama BMKG juga melaksanakan operasi modifikasi cuaca untuk membantu pembasahan lahan dan menekan perluasan Karhutla. Hingga 31 Oktober, operasi ini telah melaksanakan 13 kali penyemaian awan dengan total 13 ton natrium klorida.
Sinergi pemerintah dan petugas di lapangan terus diperkuat untuk memadamkan titik api sekaligus mencegah kebakaran baru di Papua Selatan.




Sahabat
Ntvnews
Teknospace
HealthPedia
Jurnalmu
Kamutau
Okedeh