Nurdin Tampubolon: Ekonomi Indonesia Masih Kuat di Tengah Perang, Tapi Harus Perkuat Sumber Daya Lokal

Nurdin Tampubolon: Ekonomi Indonesia Masih Kuat di Tengah Perang, Tapi Harus Perkuat Sumber Daya Lokal

Nusantaratv.com - 09 April 2026

Presiden Komisaris NT Corp, Nurdin Tampubolon di program NTV Prime bertajuk “Perang Mereda, Kemana Arah Ekonomi Kita?” (Tangkap layar youtube Nusantara TV)
Presiden Komisaris NT Corp, Nurdin Tampubolon di program NTV Prime bertajuk “Perang Mereda, Kemana Arah Ekonomi Kita?” (Tangkap layar youtube Nusantara TV)

Penulis: Alamsyah

Nusantaratv.com - Pendiri sekaligus Presiden Komisaris NT Corp, Nurdin Tampubolon, menilai perekonomian Indonesia masih cukup tangguh meski terdampak konflik geopolitik global, khususnya perang yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran. Hal tersebut disampaikannya dalam program NTV Prime bertajuk “Perang Mereda, Kemana Arah Ekonomi Kita?” di Nusantara TV, Kamis (9/4/2026).

Dalam paparannya, Nurdin mengakui bahwa ketegangan di Timur Tengah telah memberi tekanan terhadap ekonomi global, termasuk Indonesia. Berdasarkan data Bank Dunia, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 diproyeksikan berada di angka 4,7 persen, sedikit menurun dari sebelumnya 4,8 persen. Lonjakan harga energi dan ketidakpastian kebijakan global menjadi faktor penghambat utama.

Namun demikian, ia menegaskan bahwa posisi Indonesia masih relatif lebih baik dibandingkan rata-rata pertumbuhan ekonomi kawasan Asia Timur dan Pasifik yang berada di angka 4,2 persen.

“Secara umum kondisi perekonomian kita masih bagus. Belum terlihat dampak yang mengkhawatirkan yang bisa mengganggu kehidupan ekonomi secara signifikan,” ujar Nurdin.

Meski begitu, ia mengingatkan agar Indonesia tidak lengah, terlebih meskipun saat ini telah terjadi gencatan senjata yang memberi sentimen positif bagi pasar global. Menurutnya, situasi tersebut bisa saja hanya bersifat sementara.

Dari sudut pandang pelaku usaha, Nurdin menilai bahwa dampak terhadap rantai pasok dan rencana investasi sejauh ini masih terkendali. Ia menyebut Indonesia sebagai negara yang cukup kuat dalam menghadapi tekanan eksternal, namun tetap perlu melakukan antisipasi terhadap potensi gejolak lanjutan.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya pembangunan ekonomi berbasis sumber daya lokal sebagai kunci ketahanan nasional. Menurutnya, kemandirian di sektor pangan dan energi akan membuat Indonesia lebih tahan terhadap tekanan global.

Ia juga mengapresiasi langkah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang dinilai telah mengarah pada pembangunan industri pertanian, penguatan ekosistem pangan dan energi, serta hilirisasi sumber daya.

“Itulah sebenarnya jawabannya. Tinggal bagaimana pelaku usaha dan masyarakat bisa bersama-sama meningkatkan pemanfaatan sumber daya lokal menjadi kekuatan ekonomi bangsa,” jelasnya.

Selain itu, Nurdin menyoroti pentingnya penegakan hukum (law enforcement) yang tegas dan konsisten guna menciptakan kepastian hukum dan iklim usaha yang kondusif. Ia mencontohkan negara seperti China yang dinilai berhasil mempercepat pertumbuhan ekonomi melalui penegakan hukum yang kuat, termasuk dalam pemberantasan korupsi.

Menurutnya, tanpa perbaikan di sektor hukum dan regulasi, potensi besar sumber daya Indonesia tidak akan optimal dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi.

Nurdin juga menambahkan bahwa pembangunan infrastruktur, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta pengembangan teknologi dalam negeri menjadi faktor penting untuk meningkatkan daya saing Indonesia di kancah global.

“Kalau semua ini berjalan dengan baik, sumber daya lokal dimaksimalkan, hukum ditegakkan, iklim usaha kondusif, maka Indonesia bisa menjadi negara yang jauh lebih maju dibandingkan saat ini,” pungkasnya.

Dapatkan update berita pilihan terkini di nusantaratv.com. Download aplikasi nusantaratv.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat melalui:



0

x|close