Nusantara Economic Updates: Pasokan Nikel Dunia Melimpah, Bahlil Siapkan Pemangkasan Produksi pada 2027

Nusantara Economic Updates: Pasokan Nikel Dunia Melimpah, Bahlil Siapkan Pemangkasan Produksi pada 2027

Nusantaratv.com - 04 November 2026

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.

Penulis: Adiantoro

Nusantaratv.com - Pemerintah bersiap memangkas kuota produksi nikel nasional pada 2027 melalui penyesuaian Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB).

Kebijakan ini diambil untuk mengendalikan kelebihan pasokan nikel di pasar global yang selama ini menekan harga komoditas tersebut.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan, strategi tersebut berkaca pada keberhasilan pemerintah dalam mengendalikan produksi batu bara.

Kini, pemerintah mulai menyiapkan langkah serupa untuk sektor nikel dengan memangkas kuota produksi nasional melalui RKAB 2027.

Bahlil juga meminta Direktorat Jenderal Mineral dan Batu Bara (Ditjen Minerba) segera menyiapkan skema pemangkasan produksi tersebut.

Menurut Bahlil, produksi nikel yang terlalu besar telah menyebabkan kelebihan pasokan di pasar global.

Kebutuhan nikel dunia diperkirakan mencapai sekitar 3,5 juta ton per tahun. Namun, pasokan saat ini mengalami kelebihan hingga hampir 800.000 ton.

Kondisi tersebut membuat harga nikel tertekan hingga berada di bawah Rp16.000 dolar Amerika Serikat (AS) per ton.

"Nah, terkait dengan nikel. Harga nikel sekarang sudah di bawah Rp16.000, Rp15.800. Kenapa terjadi harga yang menurun? Karena produksi kita jor-joran. Total kebutuhan kita hanya 3,5 juta per tahun di dunia. Sekarang terjadi oversupply hampir 800.000 ton. Bagaimana mungkin bisa harganya bagus? Jadi, saya minta teman-teman antara industri dan pengusaha tambangnya ini kita harus bisa menahan diri," ujar Bahlil dalam tayangan program "Nusantara Economic Updates" di Nusantara TV, Rabu (4/11/2026).

Bahlil mengingatkan, produksi yang berlebihan justru berpotensi merugikan industri nikel nasional apabila tidak diimbangi dengan harga yang baik.

"Karena kalau kita terlalu jor-joran, syukur alhamdulillah kalau harganya bagus. Kalau harganya enggak bagus, nanti ada satu negara tertentu menampung barang setengah jadi ini dengan harga yang murah untuk kemudian dijadikan sebagai cadangan di negara dia dan tunggu pada saat harga naik, kemudian dia mainkan," lanjutnya.

Oleh karena itu, Bahlil meminta Direktorat Jenderal Mineral dan Batu Bara segera menerapkan strategi pengendalian pasokan dan permintaan (supply and demand) melalui penyesuaian RKAB sektor nikel.

"Jadi, Pak Dirjen, menurut saya, strategi untuk mengendalikan supply and demand lewat RKAB untuk nikel lakukan. Saya yang tanggung jawab untuk kebaikan bangsa dan negara," tegas Bahlil.

 

Dapatkan update berita pilihan terkini di nusantaratv.com. Download aplikasi nusantaratv.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat melalui:



0

x|close