Nusantaratv.com - Posko kesehatan darurat Palang Merah Indonesia (PMI) di Sengari, Kelurahan Wangkung, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), terus memberikan layanan kesehatan bagi masyarakat terdampak gempa bumi Flores.
Di tengah gelapnya malam dan minimnya penerangan, dokter dan perawat PMI tetap memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat terdampak.
Pelayanan tersebut merupakan layanan kesehatan pertama yang dilakukan di Sengari setelah gempa bumi terjadi.
Hingga Selasa, 18 Agustus 2026, sebanyak 94 warga telah mendapatkan pelayanan kesehatan, terdiri dari 32 laki-laki dan 62 perempuan.
Sebanyak 13 pasien merupakan bayi dan balita, sementara 13 lainnya adalah anak-anak. Tim medis PMI memberikan pemeriksaan, pembersihan dan perawatan luka, penjahitan luka robek, serta pemberian obat-obatan.
Keluhan yang ditemukan antara lain hipertensi (23 kasus), mialgia atau nyeri otot (39 kasus), infeksi saluran pernapasan akut/ISPA (20 kasus), dan dermatitis (12 kasus).
Selain kerusakan rumah, gempa dan longsoran batu di sekitar permukiman menyebabkan sejumlah warga mengalami cedera saat berupaya menyelamatkan diri.
Koordinator Medis Lapangan PMI, Siti Rahmawati, mengatakan sebagian pasien datang dengan luka terbuka yang membutuhkan penanganan segera.
"Sebagian besar pasien yang kami tangani mengalami luka robek terbuka. Beberapa di antaranya sudah mulai mengalami infeksi karena terlambat mendapatkan penanganan dan antiseptik," ujar Siti.
Tim kesehatan PMI juga mewaspadai gangguan kesehatan di lokasi pengungsian akibat debu reruntuhan dan keterbatasan air bersih, terutama pada kelompok rentan seperti bayi, balita, dan lansia.
"Obat-obatan saja tidak akan cukup jika sanitasi di lingkungan pengungsian masih buruk. Karena itu, kebutuhan air bersih, selimut, makanan siap saji untuk bayi, serta toilet komunal darurat juga sangat penting," jelasnya.
PMI terus berkoordinasi dengan unsur SAR gabungan, Polri, dan pemerintah daerah untuk memperkuat pelayanan kepada masyarakat.
Keterbatasan akses menuju sejumlah wilayah terdampak menjadi salah satu tantangan distribusi bantuan.
Tim gabungan menggunakan kendaraan roda dua untuk membawa bantuan melalui jalur yang masih dapat dilalui.
Pelayanan kemanusiaan di Sengari akan terus diperkuat sesuai kebutuhan masyarakat, termasuk layanan kesehatan serta pemenuhan kebutuhan dasar seperti air bersih, sanitasi, makanan, dan perlindungan bagi kelompok rentan, hingga kondisi masyarakat berangsur pulih dan jalur distribusi bantuan kembali normal.




Sahabat
Ntvnews
Teknospace
HealthPedia
Jurnalmu
Kamutau
Okedeh