Nusantaratv.com - Presiden Prabowo Subianto mengajak masyarakat, terutama generasi muda untuk mempelajari sejarah.
Prabowo mengungkapkan, kerusuhan kerap terjadi saat Indonesia di ambang kemajuan atau lepas landas atau (take-off).
Hal itu diungkapkan Prabowo dalam sambutannya saat peluncuran motor listrik nasional (molinas) di pabrik Alva, Cikarang, Bekasi, Kamis, 13 Agustus 2026.
"Bukalah sejarah kita. Kerusuhan-kerusuhan tiap kali kita di ambang take-off, muncul ini muncul itu. Divide et impera," kata Prabowo.
Prabowo mengatakan, bangsa Indonesia yang baru meraih kemerdekaan pada 1945 menghadapi serangan dari pihak penjajah yang tidak rela meninggal Tanah Air.
Peperangan berlangsung selama 5 tahun hingga penyerahan kedaulatan pada 1950. Namun, sejak 1950 dan seterusnya, bahkan hampir tiap tahun, Indonesia mengalami gangguan intervensi.
"APRA, RMS, DI/TII, PRRI/Permesta, PGRS/Paraku, G30S/PKI, dan sebagainya dan sebagainya," ungkapnya.
Kepala Negara menekankan, Indonesia ditakdirkan sebagai bangsa yang majemuk. Indonesia ditakdirkan memiliki banyak suku, agama, bahasa, dan adat.
Namun, Indonesia dapat bersatu dan hidup rukun dengan perbedaan yang ada. "Itu yang banyak bangsa merasa heran dengan kita," tukas Prabowo.




Sahabat
Ntvnews
Teknospace
HealthPedia
Jurnalmu
Kamutau
Okedeh