Nusantaratv.com- Mantan Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen (Purn) Oegroseno menilai tidak disadapnya Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka oleh bekas Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo sebagai hal menarik untuk dianalisa.
Hal tersebut disampaikan Oegroseno dalam dialog NTV Prime di Nusantara TV, Sabtu (7/11/2026).
“Ya, makanya itu kan enak untuk jadikan bahan analisa tadi. Kenapa tidak diperiksa kan bisa ditanyakan? Nah, ini menarik di situ,” kata Oegroseno.
“Karena ditanyakan berarti kan, ada hubungan apa? Menambah petunjuk atau menambah bukti bahwa berarti arahnya ke arah ini nih.”
Menurut Oegroseno, kabar penyadapan yang dilakukan Listyo juga terjadi di internal Polri kepada sejumlah pihak. Hal tersebut terungkap saat Oegroseno ingin mengetahui penanganan kasus Roy Suryo dan Tifa.
“Saya kan banyak hadir kalau ada kasu-kasus kriminalisasi. Kebetulan yang dikriminalisasi menurut saya adalah Pak Roy Suryo dan dr Tifa, saya hadir di situ. Saya monitor ya. Siapa tahu nanti suatu saat dia menulis buku bisa dia tuliskan di situ. Nah, kemudian saya kontak-kontak dengan junior saya di Mabes Polri dulu, banyak anak buah saya, tidak pernah dijawab,” ungkap Oegroseno.
“Pada saat ketemu tanggal 21 Agustus 2026, saya tidak tanya. Mereka mendekat sendiri. Mohon izin Jenderal kami tidak berani kontak komandan baik WA atau pakai HP karena kami HP kami semua ini dipantau oleh Kapolri (Listyo Sigit). Nah, saya tidak curiga lah kok muncul setelah pergantian Kapolri ada penyadapan.”
Karena itu, Oegroseno menduga penyadapan yang dilakukan oleh Listyo Sigit dilakukan untuk menekan pihak tertentu.
“Jadi salah satu alat untuk menekan orang adalah dengan penyadapan seperti itu,” ucap Oegroseno.




Sahabat
Ntvnews
Teknospace
HealthPedia
Jurnalmu
Kamutau
Okedeh