Nusantaratv.com - Presiden Prabowo Subianto memanggil sejumlah menteri bidang ekonomi ke Istana, Jakarta, pada Kamis siang, 21 Mei 2026.
Berdasarkan pantauan, sejak pukul 12.30 WIB sejumlah pejabat mulai berdatangan ke kompleks Istana.
Mereka di antaranya Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa, hingga Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo.
Rosan mengaku dirinya dipanggil ke Istana untuk menghadiri undangan santap siang bersama Presiden. "Undangan makan siang," ujar Rosan.
Saat ditanya apakah pertemuan tersebut juga akan membahas pembentukan badan ekspor, Rosan tidak membantahnya.
"Ini mau lapor mekanismenya. Nanti ya saya laporan dulu," katanya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo telah mengumumkan pembentukan badan ekspor melalui Peraturan Pemerintah mengenai Tata Kelola Ekspor Komoditas Sumber Daya Alam.
Kebijakan tersebut ditargetkan mampu menekan kebocoran penerimaan negara hingga 150 miliar dolar AS per tahun atau setara Rp2.653,92 triliun.
"Kita perhitungkan potensi yang bisa diselamatkan dari kebocoran itu 150 miliar dolar AS tiap tahun. Apakah kita mampu atau tidak tergantung keberanian kita, tergantung tekad kita, tergantung kita bekerja sama dengan baik atau tidak," kata Prabowo dalam pidatonya di Gedung DPR, Jakarta, Rabu, 20 Mei 2026.
Lewat mekanisme anyar itu, seluruh ekspor komoditas strategis seperti minyak kelapa sawit, batu bara, besi, hingga fero alloy akan dipusatkan melalui BUMN yang ditunjuk pemerintah sebagai eksportir tunggal.
Prabowo menegaskan langkah tersebut diambil untuk menutup praktik under invoicing, transfer pricing, serta pelarian devisa hasil ekspor yang selama ini dinilai menyebabkan kebocoran penerimaan negara ke luar negeri.




Sahabat
Ntvnews
Teknospace
HealthPedia
Jurnalmu
Kamutau
Okedeh