Prabowo Siapkan Bursa Komoditas 2027, Gagasan Kawendra soal Indonesia Metal Exchange Kembali Disorot

Prabowo Siapkan Bursa Komoditas 2027, Gagasan Kawendra soal Indonesia Metal Exchange Kembali Disorot

Nusantaratv.com - 16 Agustus 2026

Anggota Komisi VI DPR RI Kawendra Lukistian. (Foto: Dok/Istimewa)
Anggota Komisi VI DPR RI Kawendra Lukistian. (Foto: Dok/Istimewa)

Penulis: Adiantoro

Nusantaratv.com - Gagasan untuk memperkuat posisi Indonesia dalam menentukan harga komoditas kembali mengemuka setelah Presiden Prabowo Subianto menyampaikan rencana pembentukan bursa komoditas sendiri.

Hal tersebut disampaikan Prabowo dalam pidato penyampaian Keterangan Pemerintah atas RUU tentang APBN Tahun Anggaran 2027 beserta Nota Keuangannya di depan Rapat Paripurna DPR RI, Jumat (14/8/26).

Dalam pidatonya, Prabowo mengatakan pemerintah menargetkan Indonesia memiliki bursa komoditas sendiri mulai 1 Januari 2027 dengan dukungan DPR.

"Rencana kita, dengan dukungan DPR, di 1 Januari 2027 kita akan memiliki bursa komoditas sendiri," kata Prabowo.

Prabowo menilai Indonesia sebagai salah satu produsen besar berbagai komoditas strategis dunia seharusnya memiliki posisi yang lebih kuat dalam menentukan harga.

Komoditas tersebut antara lain kelapa sawit, nikel, timah, batu bara, emas, kopi, dan karet.

"Mereka yang tidak punya komoditas ini, masa mereka yang menentukan harga komoditas itu? Ini tidak masuk akal. Kita yang punya barang, orang lain yang menentukan harganya," ujarnya.

Prabowo menegaskan kondisi tersebut perlu diubah dan membutuhkan dukungan DPR untuk membangun sistem perdagangan komoditas yang menempatkan Indonesia sebaga pihak yang memiliki pengaruh lebih besar terhadap pembentukan harga.

"Keadaan ini harus berani kita ubah. Saya minta dukungan dari perwakilan rakyat, DPR, untuk merubah ini. Yang penting bursanya ada di negeri Indonesia," kata Prabowo.

Rencana tersebut memiliki irisan dengan gagasan yang sebelumnya pernah disampaikan Anggota DPR RI Kawendra Lukistian. Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama MIND ID dan PT Timah pada Kamis (15/5/25), Kawendra juga telah mengusulkan agar Indonesia berani membangun bursa komoditas sendiri, khususnya untuk komoditas logam.

Saat itu, Kawendra mempertanyakan mengapa Indonesia tidak membangun bursa sendiri dan bahkan mengusulkan konsep "Indonesia Metal Exchange".

"Kenapa kita tidak berani membuat bursa baru? 'Indonesia Metal Exchange', ketika kita punya bursa sendiri di sini bargaining position kita jauh lebih tinggi," ujar Kawendra dalam RDP tersebut.

Menurut Kawendra, keberadaan bursa sendiri dapat memperkuat posisi tawar Indonesia karena Indonesia merupakan salah satu negara dengan kepemilikan dan produksi komoditas yang besar.

"Wajar, kita pemilik stok terbesar salah satunya kalau kita punya porsi lebih dalam menentukan harga," katanya.

Kawendra menekankan, penguatan posisi Indonesia dalam rantai perdagangan komoditas pada akhirnya bukan sekadar persoalan meningkatkan daya tawar di pasar global.

Kebijakan tersebut harus memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat sebagai pemilik sumber daya dan pihak yang selama ini terlibat dalam proses produksi.

"Semuanya untuk apa? Manfaatnya tentu untuk kembali ke masyarakat," tegasnya.

Dengan rencana pemerintah menghadirkan bursa komoditas mulai 1 Januari 2027, gagasan mengenai pentingnya Indonesia memiliki instrumen perdagangan sendiri kembali mendapatkan momentum.

Kehadiran bursa tersebut diharapkan dapat memperkuat posisi Indonesia dalam pembentukan harga sekaligus memastikan nilai ekonomi komoditas strategis memberikan manfaat yang lebih besar bagi perekonomian nasional dan masyarakat.

 

Dapatkan update berita pilihan terkini di nusantaratv.com. Download aplikasi nusantaratv.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat melalui:



0

x|close