Prabowo Soroti Kritik dan Keteguhan Sikap, Singgung Pejuang Iran dalam Taklimat Istana

Prabowo Soroti Kritik dan Keteguhan Sikap, Singgung Pejuang Iran dalam Taklimat Istana

Nusantaratv.com - 08 April 2026

Tangkapan layar - Presiden Prabowo Subianto menyampaikan taklimat pada rapat kerja pemerintah anggota Kabinet Merah Putih di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (8/4/2026). (ANTARA/Youtube Sekretariat Presiden) (Antara)
Tangkapan layar - Presiden Prabowo Subianto menyampaikan taklimat pada rapat kerja pemerintah anggota Kabinet Merah Putih di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (8/4/2026). (ANTARA/Youtube Sekretariat Presiden) (Antara)

Penulis: Ramses Manurung

Nusantaratv.com-Presiden Prabowo Subianto memberikan taklimat kepada seluruh jajaran Kabinet Merah Putih, kepala badan, hingga pimpinan BUMN dalam pertemuan di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu, 8 April 2026. Dalam kesempatan itu, ia menyinggung derasnya kritik terhadap pemerintah dengan menganalogikannya seperti warga desa yang bergotong royong membangun jembatan.

Selain itu, Prabowo juga menyampaikan bahwa kondisi Indonesia saat ini relatif aman meski dunia tengah dilanda ketidakpastian, termasuk akibat konflik di Timur Tengah. Ia turut menyinggung keteguhan sikap rakyat Iran dalam mempertahankan negaranya.

Dalam pidatonya, Prabowo mengaku kerap menerima kritik keras, termasuk soal anggapan dirinya kurang cakap maupun keras kepala. Namun, ia menilai hal tersebut sebagai pengingat agar tetap waspada.

"Kalau kita dihujat, anggaplah itu sebagai peringatan supaya kita waspada. 'Prabowo bodoh', saya waspada, 'kalau saya bodoh, artinya saya kumpulin orang pintar bantu saya" ujar Prabowo.

Ia juga menanggapi label keras kepala dengan nada santai.

"'Prabowo keras kepala', ya saya harus terima itu sebagai, coba pegang kepala saya keras enggak," lanjutnya berseloroh.

Presiden kemudian mengaitkan sikap keras kepala dengan kondisi di Iran yang tengah menghadapi tekanan dari Amerika Serikat dan Israel. Ia menilai, dalam situasi tertentu, keteguhan sikap memang diperlukan.

"Kadang-kadang, keras kepala dalam suatu kerjaan dibutuhkan sekarang. Orang katakan rakyat Iran keras kepala, pejuang keras kepala bolak balik diancam, tapi saya tidak ikut politik dalam negeri orang lain," imbuhnya.

Prabowo juga mengingatkan bahwa para pendiri bangsa Indonesia memiliki semangat serupa dalam melawan penjajahan.

"Dulu pendiri bangsa kita keras kepala lebih baik mati daripada dijajah kembali," katanya.

"Merah Putih harga mati, enggak ada itu urusan," imbuhnya.

Ia pun mengajak seluruh jajaran pemerintahan untuk menyikapi kritik secara bijak tanpa meninggalkan prinsip dasar bernegara.

"Jadi saudara-saudara, kita sikapi dengan ketenangan, dengan kearifan tapi prinsip-prinsip kita pegang teguh yaitu prinsip bernegara, tidak ada negara tanpa hukum, tidak ada negara tanpa undang-undang dasar, tanpa konstitusi," kata Prabowo.

Taklimat tersebut dihadiri para menteri, pejabat eselon I, direktur jenderal, deputi, hingga direktur utama BUMN yang tampak mengenakan pakaian seragam putih dan mengikuti jalannya acara dengan khidmat.

 

Dapatkan update berita pilihan terkini di nusantaratv.com. Download aplikasi nusantaratv.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat melalui:



0

x|close