SUV Listrik Mazda CX-6e Punya Fitur Unik, Bisa Teriak ke Pejalan Kaki

SUV Listrik Mazda CX-6e Punya Fitur Unik, Bisa Teriak ke Pejalan Kaki

Nusantaratv.com - 06 Oktober 2026

Mazda CX-6e. (Foto: Mazda via Insideevs)
Mazda CX-6e. (Foto: Mazda via Insideevs)

Penulis: Adiantoro

Nusantaratv.com - Mazda mencuri perhatian lewat SUV listrik terbarunya, CX-6e, yang hadir dengan desain modern, performa menjanjikan, dan satu fitur unik yang cukup kontroversial. 

Mengutip Insideevs, Selasa (6/10/2026), mobil listrik ini memungkinkan pengemudi mengeluarkan suara melalui pengeras suara eksternal untuk berkomunikasi dengan pejalan kaki maupun pengguna jalan lain.

Menariknya, fitur tersebut tidak hanya menyediakan sejumlah pesan bawaan. Pengemudi juga dapat memasukkan pesan sendiri. 

Artinya, secara teori, hampir apa pun bisa disampaikan kepada orang di luar kendaraan, termasuk kata-kata kasar.

Kehadiran CX-6e menjadi langkah baru Mazda di segmen kendaraan listrik setelah pengalaman kurang sukses dengan MX-30 di Amerika Serikat (AS). 

Crossover listrik MX-30 tersebut hanya memiliki jarak tempuh sekitar 100 mil atau 161 kilometer, sehingga kurang mampu memenuhi ekspektasi konsumen AS.

Mazda akhirnya menghentikan penjualan MX-30 setelah hanya sekitar 600 unit dikirim kepada pelanggan di California. 

Namun, kegagalan tersebut tidak membuat Mazda berhenti mengembangkan kendaraan listrik. Justru di pasar global, portofolio mobil listrik Mazda terus berkembang.

Salah satu faktor pendukungnya adalah kemitraan dengan Changan, produsen otomotif asal China. Mazda kemudian memperkenalkan CX-6e, SUV listrik yang secara ukuran kurang lebih sekelas dengan Tesla Model Y. 

Model ini telah dipasarkan di sejumlah negara, termasuk Australia dan beberapa pasar Eropa.

Bisa Berbicara kepada Pejalan Kaki

Selain desainnya yang cukup menarik, fitur paling unik CX-6e justru berada di bagian perangkat lunaknya.

Sejumlah jurnalis otomotif di Australia menemukan bahwa SUV listrik Mazda tersebut memiliki pengeras suara eksternal yang memungkinkan pengemudi menyampaikan pengumuman kepada pejalan kaki dan pengguna jalan lainnya.

Fitur tersebut dikenal sebagai "Pengumuman Eksternal" dan diadopsi dari teknologi yang digunakan pada model Changan Deepal S07 di China.

Pada dasarnya, fitur ini dirancang untuk meningkatkan komunikasi antara kendaraan dan lingkungan di sekitarnya. 

Pengemudi dapat memilih sejumlah pesan yang telah disediakan, seperti peringatan bahwa kendaraan berada di dekat pejalan kaki atau meminta pengguna jalan lain untuk lebih memperhatikan kondisi sekitar.

Salah satu contoh pesan yang tersedia adalah ajakan agar pengguna jalan tetap fokus dan berhati-hati.

Namun, fitur tersebut ternyata menawarkan kebebasan yang lebih besar dari sekadar memilih pesan bawaan.

Pengemudi Bisa Menulis Pesan Sendiri

CX-6e memungkinkan pengguna membuat pesan khusus yang kemudian dapat disampaikan melalui sistem pengeras suara eksternal.

Fitur ini terhubung dengan layar berukuran besar 26,45 inci di dalam kabin. Pengemudi dapat memasukkan pesan sesuai kebutuhan dan kemudian menggunakannya untuk berkomunikasi dengan orang di luar kendaraan.

Di sinilah fitur tersebut menjadi menarik sekaligus berpotensi menimbulkan masalah. Secara teori, tidak ada yang benar-benar menghalangi pengemudi untuk memasukkan pesan sesuka hati, termasuk kata-kata kasar atau kalimat yang tidak pantas.

Fitur yang awalnya dirancang untuk membantu komunikasi dan keselamatan di jalan tersebut akhirnya bisa berubah menjadi sarana untuk mengerjai pengguna jalan lain.

Meski demikian, Mazda masih memiliki peluang untuk memperbaiki sistem tersebut melalui pembaruan perangkat lunak.

Penyaringan kata atau pembatasan jenis pesan dapat menjadi salah satu solusi agar fitur ini tetap digunakan sesuai tujuan awalnya.

Mazda CX-6e Punya Jarak Tempuh hingga 484 Km

Di luar fitur unik tersebut, Mazda CX-6e menawarkan spesifikasi yang cukup kompetitif sebagai sebuah SUV listrik.

Mobil ini menggunakan baterai lithium iron phosphate (LFP) berkapasitas 78 kWh yang mendukung pengisian cepat hingga 200 kW.

Berdasarkan pengujian WLTP, CX-6e mampu menempuh jarak hingga 300 mil atau sekitar 484 kilometer dalam sekali pengisian baterai.

Mazda hanya menawarkan satu konfigurasi powertrain untuk model ini. Motor listrik yang digunakan menghasilkan tenaga sekitar 255 hp atau 190 kW dan disalurkan ke roda belakang.

Dengan kombinasi jarak tempuh, kemampuan pengisian cepat, serta fitur teknologi yang cukup unik, Mazda CX-6e menunjukkan bahwa strategi Mazda di segmen mobil listrik mulai bergerak ke arah yang berbeda.

Sayangnya, SUV listrik ini belum ditawarkan di Amerika Serikat. Untuk saat ini, konsumen di sejumlah pasar seperti Australia dan Eropa menjadi pihak yang dapat menikmati Mazda CX-6e.

Jika fitur "Pengumuman Eksternal" tersebut mendapat pembaruan dan penyaringan yang lebih baik, CX-6e bukan hanya akan menjadi SUV listrik Mazda dengan desain menarik dan jarak tempuh kompetitif, tetapi juga salah satu mobil yang paling unik dalam berinteraksi dengan lingkungan di sekitarnya.

 

Dapatkan update berita pilihan terkini di nusantaratv.com. Download aplikasi nusantaratv.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat melalui:



0

x|close