Warning! BNPB Minta Warga Siaga Bencana Hidrometeorologi Basah: Banjir, Angin Kencang, dan Longsor

Warning! BNPB Minta Warga Siaga Bencana Hidrometeorologi Basah: Banjir, Angin Kencang, dan Longsor

Nusantaratv.com - 31 Oktober 2026

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton Panjaitan
Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton Panjaitan

Penulis: Ninuk Cucu Suwanti

 

Nusantaratv.com- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengimbau masyarakat di seluruh Indonesia meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi basah, mulai dari banjir, angin kencang, hingga tanah longsor.  

Menurut Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton Panjaitan, potensi cuaca ekstrem masih dapat terjadi di sejumlah provinsi dan pulau di Indonesia.

“Kami mengimbau seluruh masyarakat Indonesia dan pemerintah daerah senantiasa melakukan kesiapsiagaan terhadap bahaya hidrometeorologi basah,” ujar Berton dalam konferensi pers, Jumat (30/10/2026).

Berton mendorong masyarakat untuk bergotong royong membersihkan saluran air serta melakukan susur sungai dengan supervisi petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dalam rangka mengantisipasi banjir. Termasuk, melakukan pengecekan infrastruktur, bendungan, dan kondisi sungai untuk mengantisipasi dampak hujan dengan intensitas tinggi.

Sementara itu, untuk mengantisipasi puting beliung dan angin kencang, masyarakat diimbau memperkuat konstruksi atap rumah serta memangkas ranting pohon yang berada di sekitar rumah dan ruang publik.

Di samping itu, Berton meminta warga tidak berlindung di dekat objek berbahaya, seperti papan reklame dan pohon yang berpotensi tumbang. Kemudian untuk mengantisipasi tanah longsor, Berton mengimbau masyarakat yang tinggal di kawasan rawan segera melakukan evakuasi apabila terjadi hujan lebat dalam durasi panjang.

“Kemudian, identifikasi tanda-tanda bahaya longsor seperti munculnya retakan pada tanah maupun lantai,” jelas Berton.

Dalam pesannya, Berton menyarankan kepada masyarakat untuk mengidentifikasi jalur evakuasi yang aman dan menyiapkan tas siaga bencana berisi kebutuhan dasar untuk minimal tiga hari.

BNPB Minta Pemda Harus Tingkatkan Kesiapsiagaan

Di sisi lain, BNPB meminta pemerintah daerah meningkatkan pemantauan wilayah rawan bencana dan memastikan kesiapan personel maupun sarana prasarana penanggulangan bencana.

BNPB memperkirakan potensi cuaca ekstrem dengan status siaga berupa hujan lebat hingga sangat lebat bisa terjadi di Aceh, Lampung, Bengkulu, Riau, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, dan Sumatera Utara.

Sementara itu, status waspada berupa potensi hujan sedang hingga lebat dapat terjadi di seluruh wilayah Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Jawa, Bali, Maluku, Maluku Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT), hingga Papua.


 

Dapatkan update berita pilihan terkini di nusantaratv.com. Download aplikasi nusantaratv.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat melalui:



0

x|close