Menhut Bentuk Satgas Khusus Untuk Perkuat Pembiayaan 57 Taman Nasional

Menhut Bentuk Satgas Khusus Untuk Perkuat Pembiayaan 57 Taman Nasional

Nusantaratv.com - 22 Januari 2026

Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni mendampingi Presiden Prabowo Subianto di sela agenda kenegaraan di London, Inggris, Rabu, 21 Januari 2026. (ANTARA/HO-Kemenhut RI) (Antara)
Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni mendampingi Presiden Prabowo Subianto di sela agenda kenegaraan di London, Inggris, Rabu, 21 Januari 2026. (ANTARA/HO-Kemenhut RI) (Antara)

Penulis: Ramses Manurung

Nusantaratv.com-Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni menyatakan pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Pembiayaan Taman Nasional diharapkan mampu mempercepat terwujudnya skema pendanaan berkelanjutan bagi 57 Taman Nasional yang tersebar di Indonesia.

“Satuan tugas ini akan memberikan arahan strategis serta mengoordinasikan pelaksanaan Strategi dan Kerangka Investasi Pembiayaan Taman Nasional,” kata Menhut Raja Juli Antoni dalam keterangannya di Jakarta, Kamis, 22 Januari 2026.

Ia menambahkan, satgas tersebut juga akan berperan dalam melakukan penyesuaian regulasi guna mendukung keterlibatan berbagai pihak dalam pembiayaan konservasi.

“Kedua, revisi terhadap seluruh regulasi yang diperlukan, serta penerbitan regulasi baru apabila dibutuhkan, guna memungkinkan Indonesia bermitra secara efektif dengan sektor swasta,” ujarnya.

Lebih lanjut, Menhut menyampaikan bahwa langkah tersebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto agar pemerintah mengambil terobosan luar biasa untuk menjaga keanekaragaman hayati nasional, termasuk keberlanjutan pengelolaan taman nasional.

Salah satu implementasi nyata dari arahan tersebut adalah Peusangan Elephant Conservation Initiative (PECI) di Provinsi Aceh yang difokuskan pada perlindungan gajah Sumatera melalui skema pembiayaan berkelanjutan.

Komitmen tersebut, kata Menhut, berawal dari dialog antara Presiden Prabowo Subianto dan Raja Charles III.

“Dalam dialog Presiden Republik Indonesia dengan Yang Mulia Raja Inggris pada November 2024, Presiden Prabowo berkomitmen menyediakan lahan seluas 20 ribu hektare untuk konservasi gajah. Pada Agustus 2025, komitmen ini diperluas menjadi 90.000 hektare,” kata Raja Antoni, dikutip dari Antara.

Menhut juga menjelaskan bahwa PECI dirancang sebagai inisiatif kolaboratif lintas sektor dengan menggabungkan pendekatan konservasi, pengelolaan lanskap, serta pemberdayaan masyarakat di sekitar kawasan.

Inisiatif tersebut dirancang sebagai model percontohan yang ke depan akan direplikasi di wilayah lain di Indonesia yang menghadapi tantangan konservasi serupa.

Selain PECI di Aceh, proyek percontohan pertama untuk memobilisasi sumber pembiayaan baru ke dalam sistem taman nasional juga dikembangkan di Taman Nasional Way Kambas, Provinsi Lampung, Sumatera.

“Saat ini kami tengah membangun fondasi yang diperlukan agar Way Kambas dapat menjadi lokasi proyek offset karbon pertama di dalam sistem taman nasional Indonesia yang terbuka bagi Pasar Karbon Sukarela (Voluntary Carbon Market/VCM),” ujar Raja Antoni.

Sementara itu, Menhut Raja Juli Antoni turut bergabung dalam forum Minister for Indo Pacific Seema Malhotra yang digelar di London pada Rabu, 21 Januari 2026.

Forum tersebut dihadiri antara lain oleh Minister for Indo Pacific Seema Malhotra, Utusan Khusus Presiden RI Bidang Perubahan Iklim dan Energi Hashim Djojohadikusumo, serta Wakil Ketua Komisi I DPR RI Budisatrio Djiwandono.

 

Dapatkan update berita pilihan terkini di nusantaratv.com. Download aplikasi nusantaratv.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat melalui:



0

x|close