MERAH PUTIH: Susno Bongkar Tantangan Perang Narkoba, Bagaimana Sadarkan Masyarakat agar Tak Mau Meski Diberi Gratis?

MERAH PUTIH: Susno Bongkar Tantangan Perang Narkoba, Bagaimana Sadarkan Masyarakat agar Tak Mau Meski Diberi Gratis?

Nusantaratv.com - 01 November 2026

Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri periode 2008-2009, Komjen Pol (Purn.) Susno Duadji dalam program "MERAH PUTIH" yang tayang di Nusantara TV, Jumat (30/10/2026).
Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri periode 2008-2009, Komjen Pol (Purn.) Susno Duadji dalam program "MERAH PUTIH" yang tayang di Nusantara TV, Jumat (30/10/2026).

Penulis: Adiantoro

Nusantaratv.com - Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri periode 2008-2009, Komjen Pol (Purn.) Susno Duadji menilai kepolisian sekarang jauh lebih maju daripada eranya dalam memberantas narkoba.

"Junior-junior saya ini hebat sekali. Baik dalam hubungan internasional maupun dalam pendeteksian awal. Mereka sudah tahu dan kita acungi jempol prestasinya. Menangkap yang masuk ke Indonesia berton-ton, berkali-kali. Mengungkap pabrik yang ada di Indonesia berkali-kali. Pabrik besar diungkap. Kemudian termasuk juga pengedar yang ecek-ecek pun masih ketangkap," kata Susno dalam program "MERAH PUTIH" yang tayang di Nusantara TV, Jumat (30/10/2026).

Persoalannya, kata dia, polisi hanya menindak secara hukum. Itu tanggung jawab Polri sebagai aparat penegak hukum.

"Tapi menyadarkan yang paling penting, bagaimana menyadarkan masyarakat supaya tidak mau membeli narkoba, dikasih gratis pun enggak mau."

"Nah, ini beli saja kok mau, bahkan memaksa orang tua, memukul orang tuanya supaya dapat duit untuk beli narkoba. Nah, tindakan untuk menyadarkan publik ini bukanlah tanggung jawab Polri. Kita heboh bahwa narkoba sudah sampai ke anak sekolah, sekolah dasar. Sampai kepada kalangan-kalangan pejabat. Nah, ini menyadarkan ini bukan Polri. Polri paling menindak. Kemudian mengajak aparat lain kerja sama, mari narkoba ini tanggung jawab kita," lanjutnya.

Dia menilai, Polri menyediakan data, Polri mengajak briefing, termasuk fungsinya BNN (Badan Narkotika Nasional). Ini terbuka untuk memberikan bantuan di dalam bidang pencegahan. Baik diberikan kepada Polri, kepada Bea Cukai, kepada aparat-aparat kesehatan dan lain-lain. 

"Ini sudah luar biasa. Jadi tinggal kita sekarang, mudah-mudahan melalui forum ini mari kita dukung Polri. Kapolrinya serius, BNN-nya serius, aparat kepolisian di bidang narkoba juga serius dan keberhasilan mereka sudah serius. Dan Polri pun tidak menutup mata, tidak menutup-nutupi bahwa Polri siapa saja yang terlibat mendekati narkoba, apalagi jadi pemain, ditindak sampai dipecat, dihukum. Sampai sekarang masih dipenjara itu yang bintang (jenderal)," imbuhnya.

"Dan jangan ragu-ragu untuk melaporkan kalau ada aparat Polri yang terlibat, baik sebagai pengguna, pengedar, ataupun produsen ataupun agen," tambah Susno.

Bagaimana polisi menyadarkan masyarakat agar tak kembali jadi pusat peredaran narkoba?

Menurut Susno, tempat peredaran narkoba terkait dengan domisili. Domisili ini ada kementerian yang membawahi, ada juga aparat yang membawahi.

"Nah, tadi disinggung ekonomi. Ini yang nomor satu. Kenapa di Singapura tidak terlalu laku kayak di Indonesia? Kenapa di Malaysia tidak seperti di Indonesia? Tingkat kesejahteraannya tinggi. Kesejahteraan masyarakat bagus," ungkapnya.

"Bayangkan kalau mereka misalnya nganggur, diiming-imingi kamu jual barang ini nanti dengan barang ini kamu akan dapat menghasilkan Rp500.000 sehari. Siapa yang enggak tergiur di dalam kondisi ekonomi Republik yang seperti saat ini," tambahnya.

Dia menambahkan, kalau sudah berbicara masalah ekonomi, maka sudah makro persoalannya. Karena tanggung jawab bersama, bukan hanya polisi saja, tapi seluruh pemerintah, seluruh rakyat bangsa, seluruh tokoh masyarakat. 

"Mari kita perbaiki ekonomi kita. Gaji kita tingkatkan, kemudian kesejahteraan pegawai kita tingkatkan, tingkat pengangguran ya kalau bisa kita nolkan. Insya Allah enggak sempat lagi mikir apa-apa," tukas Susno.

 

Dapatkan update berita pilihan terkini di nusantaratv.com. Download aplikasi nusantaratv.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat melalui:



0

x|close